Foto: Reuters
Deputi Gubernur BI, Halim Alamsyah mengaku menguatnya mata uang dolar AS terhadap mata uang negara-negara lain termasuk rupiah akibat membaiknya perekonomian di AS.
"Ini lebih karena mereka ekspektasi kepada pemerintah, ekonomi Amerika membaik," hata Halim di Kantor Pusat BI, Jakarta, Senin (3/9/2012).
Halim menjelaskan, bank sentral telah melakukan langkah-langkah strategis untuk menjaga laju rupiah agar tetap terkendali secara wajar yaitu salah satunya dengan kebijakan turun deposit valas.
"Kita juga membuka keleluasaan kepada para investor untuk melakukan hedging, satu minggu ke atas, yang sebelumnya tidak boleh. Kita juga mendorong agar interest variety, artinya perbedaan yield yang ada di Indonesia dengan imbal hasil yang ada di luar negeri itu tidak jauh berbeda," tutup Halim
sumber : http://finance.detik.com/read/2012/09/03/140137/2006289/6/ekonomi-as-membaik-kabar-buruk-bagi-rupiah?
Untuk
pertama kalinya dalam sejarah, kontrak harga emas dunia ditransaksikan
di atas level harga US$ 1.715 per troy ounce pada hari ini (08/08). Hal
ini terjadi setelah Standard & Poor's memangkas peringkat utang AS
sehingga menyebabkan pasar saham jeblok dan pergerakan dollar Amerika
anjlok. Rebound emas terutama berkat aksi beli safe haven yang makin
intensif setelah penurunan peringkat hutang terhadap negara Amerika dari
lembaga pemeringkat Standards & Poor’s (S&P).