Tanggal : 15-08-2011
Harga
spot emas turun 2%, memperpanjang penurunan sesi sebelumnya dari rekor
tertinggi, di tengah aksi ambil untung yang tajam untuk emas terkait
rally pecan lalu. Spot emas jatuh hingga level $1,739, setelah mencapai
sesi rendahnya di level $1,722. Emas telah meningkat 22 persen sepanjang
tahun 2011 terkait kombinasi faktor kekhawatiran
atas tingkat hutang pemerintah AS dan masalah hutang Eropa dan
pertumbuhan ekonomi global.
sumber : www.goldgram.co.id
Di
prediksi pekan ini logam mulia akan mengalami tekanan tekait minat
resiko dalam pasar ekuiti dan komoditi yang mulai pulih sehingga
membatasi permintaan untuk investasi safe-haven termasuk emas. Saat
ini emas berada di level di $1,740, turun $6 dari penutupan hari Jumat
(12/08). Pelemahan harga emas terjadi bersamaan dengan penguatan ekuiti
yang dapat melemahkan logam mulia dalam jangka pendek serta kenaikan
margin emas CME dan juga karena faktor teknikall yang sudah menunjukkan
overbought.
Level
puncak channel harian dan mingguan sekarang memberikan support pada
jangka pendek dan menengah, Level support untuk emas di level $1,675.
Namun
secara jangk panjang kondisi emas masih bullish melihat dari prospek
ekonomi di Eropa dan AS yang masih mengkhawatirkan. Investor membeli
emas sebagai alat save haven di tengah gejolak keuangan. Permintaan fisik logam mulia diperkirakan akan meningkat setelah harga turun dari rekor tinggi.
Hari
ini harga emas dibuka pada level $1.732 membuat gap dari harga
penutupan hari jumat di $1,746. Secara teknial Gap ini telah berhasil
ditutup dengan rebound nya harga emas pagi tadi hingga mencapai level
$1,746 dan diprediksi harga emas masih akan melanjutkan pelemahannya. Support
pada hari ini berada di level $1,727 dan $1,722 dimana level ini adalah
level terendah hari jumat. Resitant terdekat di level $1,747 dan
$1,767.
Harga
emas dapat dipastikan akant erus melemah dengan berhasil di tembus nya
level support $1,722 dengan target terdekat menuju level $1,715 yang
merupakan support kuat jangka menengah. Sedangkan bila pergerakan diatas
$1,767 maka akan mengagakan skeniario diatas.sumber : www.goldgram.co.id
In
harga emas naik secara eksponensial,
hyperinflasi
Tertinggi Sepanjang Masa, Emas Cetak rekor di $1,715
Tanggal : 08-08-2011
Untuk
pertama kalinya dalam sejarah, kontrak harga emas dunia ditransaksikan
di atas level harga US$ 1.715 per troy ounce pada hari ini (08/08). Hal
ini terjadi setelah Standard & Poor's memangkas peringkat utang AS
sehingga menyebabkan pasar saham jeblok dan pergerakan dollar Amerika
anjlok. Rebound emas terutama berkat aksi beli safe haven yang makin
intensif setelah penurunan peringkat hutang terhadap negara Amerika dari
lembaga pemeringkat Standards & Poor’s (S&P).
Akhir
pekan lalu pihak S&P menurunkan peringkat hutang Amerika sesuai
perkiraan sebanyak satu level menjadi AA+ dari sebelumnya AAA yang
merupakan peringkat level tertinggi. Ada pesimisme atau kecemasan yang berhubungan dengan ekonomi dan mata uang negara-negara utama dunia. Pada
saat investor mencemaskan akan mata uang, mereka juga cemas akan saham
dan lain-lain. Salah satu tempat untuk memarkirkan dana mereka adalah
emas. Fundamental ekonomi sangat mendukung emas saat ini dan Permintaan emas dalam jumlah besar sudah menunggu dari India dan China.
Jika
dihitung, lonjakan harga emas di sepanjang 2011 sudah mencapai 20%.
Kecemasan akan penyebaran krisis utang AS dan perlambatan ekonomi global
mendongkrak permintaan logam mulia ini. Emas menjadi alat investasi
yang lebih aman di tengah gejolak perekonomian dimana aset lain
cenderung mengalami resiko penyusutan. Prospek emas masih sangat menjanjikan meskipun masih ada peluang bagi penguatan USD.
Harga
tertinggi emas sepanjang masa di raih pada hari ini di level $1,715
setelah naik $28 dari pembukaan market hari ini $1,687. Kenaikan emas
yang luar biasa ini masih akan bertahan melihat perekonomian di kawasan
Amerika dan Eropa yang masih jauh dari solusi. Sedangkan harga emas
fisik Logam Mulia hari ini di perdangangkan di harga Rp. 476.500/gram
untuk harga dasarnya.
sumber : www.goldgram.co.id
sumber : www.goldgram.co.id
Oleh Muhaimin Iqbal
Rabu, 03 August 2011 08:13
Peluruhan US$ dan IDR
Rabu, 03 August 2011 08:13
Bila
proses kiamat itu digambarkan seperti tasbih yang putus talinya,
butir-butir-nya jatuh satu demi satu dengan urutan yang semakin cepat –
nampaknya demikian juga proses runtuh-nya system ekonomi suatu negara.
Hal ini nampak dari jatuhnya daya beli uang mereka – yang semakin hari
semakin cepat. Bila dalam rata-rata 40 tahun terakhir, waktu T dari US$ -
yaitu waktu yang diperlukan US$ untuk kehilangan separuh daya belinya –
adalah 8.9 tahun, dalam 10 tahun terakhir waktu T ini tinggal 5 tahun, dan dengan drama krisis hutang yang baru berakhir kemarin – waktu T ini tinggal 3 tahun 8 bulan.
Grafik
dibawah menunjukkan kenaikan harga emas dalam US$/troy ounce dan harga
Dinar dalam Rupiah. Nampak Dollar dalam tiga tahun terakhir lebih buruk
kinerjanya ketimbang Rupiah. T untuk Rupiah masih lebih baik dari Dollar
yaitu 3 tahun 10 bulan – artinya Rupiah lebih mampu bertahan ketimbang
Dollar – paling tidak untuk sementara ini.
Ada
proses pembelajaran yang luar biasa yang terjadi di masyarakat dunia
dalam beberapa pekan yang lewat, mereka tiba-tiba sadar bahwa system
ekonomi yang diusung oleh negeri – yang selama ini dianggap paling
perkasa/adikuasa – ternyata rapuh, ternyata mereka hanya hidup dengan
cara gali lubang tutup lubang. Perkiraan saya-pun bisa meleset, sebelumnya saya menduga bahwa pasar akan meresponse positif
dengan disepakatinya plafon hutang baru AS – ternyata kelegaan itu
hanya berlangsung beberapa jam saja, setelah itu pasar menyadari bahwa
ada yang seriously wrong dalam system ekonomi Amerika Serikat.
Hanya
kurang dari 24 jam sejak disetujuinya plafon hutang baru AS, pasar
kembali pesimis bahwa ekonomi AS akan pulih. Bahkan seorang ekonom yang
juga comptroller general and head of the Comeback America Initiative - David Walker – kemarin di CNBC
– menyatakan bahwa tidak lebih dari tiga tahun dari sekarang, Amerika
akan menjadi seperti Yunani kini – yang tidak bisa membayar hutang dan
kesana-kemari minta bantuan.
Dengan
meluruhnya Dollar yang sangat cepat ini, lantas apakah Anda masih akan
mengandalkannya untuk nilai tabungan/ deposito Anda ?, asuransi jangka
panjang Anda ? atau sebagai cadangan devisa kita ?. Jangan mau ikut
tenggelam bersama Dollar...!. Wa Allahu A’lam.
In
cetak uang,
daya beli
Mereka Sudah Merobohkan Rumah-Rumah (System) Mereka Dengan Tangan Mereka Sendiri
Oleh Muhaimin Iqbal
Senin, 08 August 2011 08:33
Income Ratio 2000
Senin, 08 August 2011 08:33
Sudah
beberapa pekan ini, orang Amerika – terutama tokoh-tokoh pentingnya
selalu gelisah di akir pekan. Bila dua pekan lalu mereka gelisah dengan
krisis plafon hutang,
ketika plafon hutang ini teratasi – ternyata masalah baru yang tidak
kalah seriusnya muncul. Masalah baru ini adalah ketidak percayaan pelaku
pasar terhadap ekonomi negeri itu, ini tercermin dari anjlognya
saham-saham di bursa pekan lalu justru setelah plafon hutang disepakati
naik. Ketidak percayaan ini bahkan juga di confirm oleh salah satu pemeringkat hutang Standard & Poor’s, yang menurunkan credit rating hutang jangka panjang Amerika dari AAA ke AA+ dengan outlook negative – masih mungkin bertambah buruk lagi !.
Kejadian
penurunan rating yang pertama kalinya sejak Amerika memperoleh AAA nya
70 tahun lalu itu, tentu akan menimbulkan gejolak pasar yang sulit di
bayangkan di seluruh dunia. Untuk meminimisasi efek penurunan rating ini
bahkan Standard & Poor’s memilih waktu Jum’at malam – ketika semua
bursa sudah tutup untuk pengumumannya. Pagi ini gejolak
bursa termasuk harga emas akan sulit dihindari karena efek gempa
penurunan rating yang tidak sepenuhnya bisa dimitigasi – sepanjang akhir
pekan.
Yang
menjadi pertanyaan adalah, mengapa negeri yang paling kaya dengan GDP
per capita rata-rata diatas 4 kali dari GDP per capita dunia tersebut
justru menjadi sumber kekacauan ekonomi dunia dalam beberapa tahun terakhir ?. Perhatikan peta income ratio yang dibuat oleh University of California sekitar 10 tahu lalu dibawah.
Ketika
Indonesia masih berjuang dalam tiga dasawarsa dengan GDP per capita di
kisaran 0.26-0.75 GDP per capita dunia, Amerika secara persisten
mimiliki GDP per capita yang lebih besar dari 4 kali-nya GDP per capita
rata-rata penduduk dunia. Tetapi inilah ironi kapitalisme itu, di negeri
yang penduduk kaya-nya paling banyak di dunia itu – negaranya sendiri
mengalami ancaman kebangkrutan yang sangat serius. Mereka
sungguh-sungguh dalam simalakama yang luar biasa, ditambah plafon hutang
– orang menjadi tahu bahwa negeri itu hanya selamat dengan hutang, tidak ditambah hutang – negeri itu langsung mulai default.
Kegagalan
ekonomi Amerika yang juga representasi kapitalisme ini akan menjadi
epicentrum dari gempa ekonomi global (lagi) yang dampaknya pasti akan
kita juga rasakan.
Lantas
timbul pertanyaan yang mendasar, bila kapitalisme gagal atau sedang
menuju proses kegagalan, komunisme malah lebih dulu gagal dua dasawarsa
lalu, lantas seperti apa ekonomi yang seharusnya bisa langgeng sampai
akhir jaman ?. Bagi kita tentu solusi ekonomi yang mengandalkan petunjuk Al-Qur’an dan Hadits.
Untuk
krisis global yang epicentrum-nya di Amerika tersebut misalnya, jawaban
Qur’ani-nya ada di penggalan surat Al Hasyr Ayat 7 : “... supaya harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu...”. Kalau
saja kekayaan orang-orang Amerika lebih menyebar, krisis sekarang tidak
akan timbul. Negerinya tidak perlu berhutang kesana-kemari untuk
membayar gaji para veteran, tunjangan sosial masyarakat yang tidak mampu
dlsb.
Peluang
system (ekonomi ) Islam menggantikan system yahudi ini juga sudah
dikabarkan oleh Allah di surat Al Hasyr pula, ayat 2 : “...mereka
merobohkan rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan
orang-orang yang beriman. Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi
pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai pandangan.”
Mereka
sudah merobohkan ekonomi mereka sendiri, maka kini waktunya
tangan-tangan kaum muslimin untuk menghadirkan system penggantinya.
Seperti apa konkritnya ?, inilah yang menjadi PR besar para ahli ekonomi
dan praktisi Muslim, para hafidz dan hafidzhah yang mampu meningkatkan
interaksinya dengan Al-Quran secara pari purna, tidak berhenti dari
membaca dan menghafal, tetapi mampu memahami, mengimplementasikan
(mengamalkan) dan mengajarkan setiap petunjuk yang ada di Al-Qur’an.
Bila
tangan-tangan kaum muslimin tidak berhasil menghadirkan solusi-nya
ketika mereka telah merobohkan system ekonomi mereka sendiri seperti
yang terjadi saat ini – maka yang akan muncul tetap saja system
kapitalisme yahudi dalam bentuk lainnya, lalu kita akan menunggu lagi
kapan mereka akan merobohkan kembali system mereka itu dengan tangan
mereka sendiri lagi ?. Wa Allahu A’lam.