Satu Solusi Untuk Semua

2:13 AM

Melalui pengucapan Nabiullah Ibrahim Alaihi Salam dalam Al-Quran : dan Dia Yang memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit Dialah Yang menyembuhkanku (QS 26:79-80), kita diingatkan bahwa Yang memberi kita makan adalah juga Dia Yang memberi kita obat ketika kita sakit. Efektifitas satu solusi untuk semua  dalam dunia makanan dan pengobatan  ini hanya berlaku bila kita mengikuti petunjukNya.

 

Tidak terjadi pada rekayasa yang dibuat manusia secanggih apapun teknologinya dan setinggi apapun ilmunya bila manusia itu  mengabaikan petunjuk-petunjukNya langsung.

 

Ketika manusia mengejar kecukupan pangannya dengan memodifikasi tanaman dengan apa yang disebut Genetically Modified (GM) Food misalnya, ilmunya sangat tinggi tetapi justru disitulah masalahnya, risiko GM Food ini juga bisa jadi sangat tinggi. Begitu banyak unknown factors dalam GM Food yang bahkan ahli-ahli management resiko asuransi hingga kini menolak untuk menjaminnya.

 

Bahkan bahan makanan yang tidak dimodifikasi secara genetis-pun bisa menimbulkan sejumlah penyakit sampai-sampai sejumlah kalangan mulai mengurangi karbohidrat (sumber utamanya beras atau nasi), mengurangi gula (suber utamanya tebu) dan mengurangi minyak (saat ini seumber utamanya sawit).

 

Selain sumber makanan yang kemudian berkontribusi menyebabkan penyakit, juga tidak sedikit obat-obatan yang diproduksi manusia yang justru menimbulkan penyakit lainnya.

 

Walhasil ketika manusia berusaha mengkutak-katik sendiri makanan dan obat-obatannya, usaha ini menjadi sangat berat dan hasilnya belum tentu seperti yang diharapkan.

 

Lantas apakah manusia terus pasif saja dan tidak mengembangkan ilmu dan teknologi ?, sebaliknya justru. Manusia harus proaktif mengembangkan  ilmu dan teknologi-nya setinggi mungkin, tetapi agar tidak salah arah, agar hasilnya tidak malah membahayakan manusia itu sendiri semua ilmu dan teknologi itu harus dilandasi dengan petunjuk wahyuNya karena Dia-lah Yang Maha Tahu dan Dia-lah Yang Maha Berilmu.

 

Dalam hal makanan dan obat-obatan misalnya, saya sudah pernah menulis betapa lengkapnya makanan yang dihasilkan oleh tanaman-tanaman yang namanya disebut langsung dalam Al-Quran. 

 

Ternyata semua bahan makanan yang dihasilkan oleh tanaman-tanaman dalam Al-Quran tersebut, bukan hanya sebagai sumber energi, pertumbuhan dan pengaturan. Seluruh tanaman tersebut juga sebagi sumber pengobatan dari segala penyakit yang dikenal manusia. Bukan hanya diresepkan dalam kitab-kitab Tibbun Nabawi, tetapi juga terbukti secara ilmiah. Berikut adalah ringkasannya.

 

 

Kurma

 

Khasiat kurma dalam Tibbun Nabawi antara lain adalah untuk melawan racun dan sihir, memudahkan kelahiran, meningkatkan ASI, menimbulkan kebahagiaan, mengilangkan rasa sakit, dan membunuh segala kuman dalam perut.

 

Secara ilmiah kurma terbukti menurunkan resiko kanker, resiko serangan jantung, diabetes, cholesterol dan hypertensi.

 

 

Anggur

 

Ada diriwayatkan salah seorang nabi  mengadu ke Allah tentang kegalauan hatinya, kemudian Allah memerintahkannya makan Anggur. Riwayat lain menyebutkan bahwa nabi tersebut adalah Nuh Alaihi Salam.

 

Anggur juga terbukti mengurangi inflamasi, mencegah pendarahan, menetralisir racun, memperbaiki aliran darah, mencegah bronchitis, sakit perut dan selulit.

 

Penelitian di Purdue University menunjukkan Anggur juga menurunkan resiko cancer.

 

 

Zaitun

 

Delima

 

Dalam Tibbun Nabawi delima diresepkan untuk mencerahkan hati, melonggarkannya dari kesempitan dan gangguan syetan. Delima yang dimakan dengan bijinya akan menjauhkan pemakannya dari gangguan setan selama 40 hari di riwayat lain disebutkan setan akan sakit selama 40 hari.

 

Delima juga efektif untuk mengobati diare, dysentery, gangguan pencernaan, batu ginjal, demam sampai juga cancer.

 

 

Tin

 

Tin efektif untuk penyembuhan colic, menurunkan resiko cancer , penyakit lever dan membersihkan ginjal, memperbaiki keperkasaan dan menyembuhkan asma. Sirup yang dibuat dari daun tin juga efektif untuk obat batuk.

 

Riset di University of Extremadura Spanyol  membuktikan bahwa buah tin  dapat mencegah/menyembuhkan resiko diabetis. Hal yang senada juga dihasilkan dari riset di Satsang Herbal Research and Analytical Laboratories India.

 

Efektifitas tanaman-tanaman Al-Quran untuk mengobati penyakit fisik maupun psikis tersebut di atas tidak dimiliki oleh obat-obatan pabrik dan system pengobatan yang dibuat manusia. Yang mengobati penyakit psikis biasanya berbeda dengan yang mengobati penyakit fisik, karena ilmunya juga berbeda.

 

Dengan petunjuk Al-Quran, pengobatan itu terpadu antara yang fisik dan yang psikis, bahkan obatnya-pun sumbernya  sama. Yaitu dari sumber yang juga memberi kita makan.

 

Jadi bukan tanpa alasan bila selama beberapa bulan ini saya banyak sekali menulis dan mensosialisasikan tanaman-tanaman dari Al-Quran. Karena inilah jawaban dari banyak masalah yang tidak terpecahkan di negeri ini selama ini.

 

Mulai dari masalah defisit ekonomi karena kita terlalu banyak mengimpor, sumber pangan yang tidak memadai karena kita terlalu fokus ke salah satu dari lima unsur makanan, sampai biaya tinggi kesehatan karena mengandalkan obat-obat bermerek yang mayoritasnya dikuasai oleh konglomerasi asing.

 

Bahkan pada waktunya nanti, masalah yang sangat serius lain yaitu energy-pun, InsyaAllah bisa diatasi oleh tanaman yang namanya disebut di A-Quran yaitu zaitun yang dipuji Allah sebagai minyak yang menyalakan pelita di dalam kaca yang seakan-akan seperti bintang yang bercahaya seperti mutiara minyak yang hampir-hampir menerangi meskipun tidak disentuh api yaitu minyak dari pohon zaitun yang banyak berkahnya. InsyaAllah.

 

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Subscribe