­
April 2014 - Mata Uang Dinar Dirham | Dinar Dirham | Bukan Uang Dinar Kertas
In

Menangis Di Bumi Nan Cantik

Akhir pekan ini saya menikmati perjalanan kereta melalui tiga provinsi yaitu dari Jakarta, Jawa Barat dan Jawa Tengah. Setelah melewati Jakarta dengan kekumuhan pinggir rel dan hiruk pikuknya, memasuki daerah Jawa Barat yang hijau terasa tentram dan penuh syukur rasanya kita dikarunia bumi yang seindah ini. Puncak keindahannya adalah ketika sampai ke Jawa Tengah di daerah yang secara harfiah disebut Bumi Nan Cantik...

Continue Reading

In

Sarung Kependekan

Dahulu desa-desa di Jawa bisa sangat dingin di pagi hari, maka sarung adalah pakaian multi purpose. Dipakai sebagai pakaian laki-laki umumnya di siang sampai sore hari, dan digunakan untuk selimut di malam sampai pagi hari. Tetapi ketika kain sarung masih menjadi barang mewah, tidak semua orang bisa membeli sarung dengan ukuran yang cukup. Maka dari sinilah muncul istilah kemulan sarung, kita harus melipat tubuh...

Continue Reading

In

Pak Kyai Di Sidang Kabinet Baru

Di setiap krisis yang dihadapi bangsa ini, saya selalu bermimpi guru imaginer saya Pak Kyai turut hadir menyelesaikannya. Maka seperti mimpi-mimpi sebelumnya ketika negeri ini menghadapi krisis inflasi  , meningkatnya jurang antara si kaya dengan si miskin dan krisis bahan pangan, untuk kesekian kalinya saya bermimpi Pak Kyai hadir kembali di sidang kabinet. Kali ini kejadian dalam mimpi tersebut adalah ketika rangkaian PEMILU eksekutif 2014 telah berakhir, Presiden...

Continue Reading

In

Digaji Dengan Kambing Mau

Salah satu bukti kebenaran Islam itu terletak pada keadilan hukum-hukumnya sepanjang jaman. Sejak jaman Nabi Shollallahu Alaihi Wasallam sampai sekarang, orang yang melanggar larangan haji dendanya (dam) tetap menggunakan standar kambing. Demikian pula untuk aqiqah ketika anak kita lahir, tetap menggunakan kambing.  Bayangkan kalau denda  itu berupa uang kertas, harus terus menerus direvisi karena nilainya yang terus menyusut.   Standar denda atau kewajiban berupa benda...

Continue Reading

In

Watana Solusi Pangan Air Dan Energi

Dalam hal  kebutuhan pokok berupa pangan, air dan energi, sesungguhnya kita memiliki kombinasi sumber-sumber terbaiknya di dunia. Tetapi ironinya justru kita terbelakang dalam hal pemenuhan kebutuhannya.  Untuk pangan,  food security kita terendah di ASEAN. Dalam hal kebutuhan air, seperti laporan  McKinsey yang pernah saya kutip sebelumnya pada tahun 2030 akan ada 25 juta orang Indonesia yang tidak mendapatkan akses air bersih dan bahkan 55 juta orang tidak mendapatkan sanitasi...

Continue Reading

Popular Posts

Subscribe