Holistic Planned Grazing

6:22 PM

Allan Savory adalah seorang biologist asal Zimbabwe yang konsepnya tentang penyelamatan kelangsungan kehidupan di bumi banyak diterapkan di dunia, mulai dari Afrika, Amerika Latin, Australia sampai Amerika Utara. Konsepnya yang diberi nama Holistic Planned Grazing  sebenarnya adalah konsep sederhana yaitu menghidupkan penggembalaan yang terencana. Ini sekaligus membuktikan bahwa apa yang dilakukan oleh seluruh Nabi-Nabi Allah, layak kita tiru hingga akhir zaman.

 

Bila melalui hadits shahih Bukhari dikabarkan bahwa seluruh Nabi menggembala kambing , maka pastilah tidak keliru bila ini kita tiru hingga di jaman modern ini sekalipun. Ini terbukti dengan konsep penggembalaan terencana-nya Allan Savory yang konon sudah diterapkan di areal seluas lebih dari 16 juta hektar di seluruh dunia (sekitar 40 juta acres).

 

Bagaimana system penggembalaan ini bisa melestarikan kehidupan di muka bumi dapat Anda saksikan di klip video yang dikeluarkan oleh Savory Institute di link ini. Prinsipnya adalah dengan merencanakan perputaran hewan gembalaan secara periodik, terjadi pemerataan penyebaran kotoran ternak ke areal yang luas dan rumput-rumput di daerah gembalaan tersebut belum sempat habis (overgrazed) sudah ditinggalkan oleh gerombolan ternak gembalaan, untuk kemudian setiap area dikunjungi lagi ketika rerumputan sudah pulih kembali.

 

Karena buah karya manusia biasa, pendekatan Savory ini tentu masih banyak mengandung kelemahan tetapi itupun sudah bisa melestarikan areal yang luasannya puluhan juta hektar di seluruh dunia tersebut di atas.

 

Seandainya saja kita lakukan hal yang sama tetapi bukan meniru Savory melainkan meniru contoh terbaik kita, yaitu nabi kita sendiri Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam dan juga para nabi-nabi sebelumnya insyaAllah hasilnya akan jauh lebih baik.

 

Pertama Nabi kita mengajarkan untuk kita bersyirkah dalam lahan-lahan penggembalaan (hadits syirkah tiga hal yaitu lahan, air dan api/energi), maka pengadaan lahan-lahan penggembalaan yang luas di atas tanah-tanah yang selama ini tandus atau diterlantarkan oleh pemiliknya insyaAllah lebih memungkinkan.

 

Setelah tanah-tanah yang tandus ini dimakmurkan dan antara lain sebagiannya juga bisa menjadi padang rumput - caranya menggunakan Surat Yaasiin 33-35 , surat Abasa 24-32 dan sejumlah petunjuk lainnya maka yang ditebarkan di atas ladang rumput ini adalah kambing atau domba, bukan sapi seperti teorinya Savory.

 

Mengapa kambing atau domba  dan bukan sapi ?, yang jelas secara matematis multiplier effect-nya akan jauh lebih cepat kambing ketimbang sapi. Satu ekor kambing betina bisa melahirkan enam ekor anak kambing dalam dua tahun sedangkan sapi hanya melahirkan satu atau paling banter dua anak pada periode yang sama.

 

Karena ukuran kambing atau domba lebih kecil, maka dia lebih mobile dalam menyebarkan kotoran yang kemudian menjadi pupuk efek pemupukan terhadap tanah akan lebih merata.

 

Dan yang tidak kalah pentingnya adalah contoh yang diberikan para nabi bahwa yang digembalakan itu adalah kambing, bukan sapi. Pasti tidak akan keliru bila kita mencontoh para nabi ini, seandainya-pun belum semua ilmunya kita ketahui !

 

Orang seperti Allan Savory berusaha dengan pengalaman dan ilmunya menggali cara-cara terbaik untuk melestarikan kehidupan di muka bumi, ujung-ujungnya setelah dengan susah payah dia ketemu cara yang mendekati contoh-contoh yang dilakukan oleh para nabi meskipun masih jauh.

 

Orang seperti kita diberi contoh itu dengan sangat detil, hanya saja sebagian besarnya baru kita tangkap sebagai ilmu dan penjelasannya (bayaan) belum menjadi petunjuk (huda) untuk berbuat sesuatu. Bayangkan dasyatnya bila ilmu-ilmu dan penjelasan-penjelasan yang datang dari Al-Quran dan hadits-hadits shahih itu bener-bener menjadi huda bagi kita, petunjuk dan landasan untuk berbuat sesuatu maka pastilah umat ini ditinggikan di atas umat yang lain, dan inilah janji Allah itu.

 

(Al Qur'an) ini adalah penerangan bagi seluruh manusia, dan petunjuk serta pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Janganlah kamu bersikap lemah, dan janganlah (pula) kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman. (QS 3 : 138-139).

 

 

You Might Also Like

0 comments

Popular Posts

Subscribe